Tampilkan postingan dengan label KIMIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIMIA. Tampilkan semua postingan

Dasar Teori dan Pengertian Laju Reaksi

Materi Kimia Pengertian laju reaksi.
Kelas, SMP, SMA


Dasar Teori Pengaruh Suhu Terhadap laju Reaksi
Apabila suhu makin tinggi maka reaksi kimia tersebut akan berlangsung lebih cepat, Di teori tumbukan sudah dipaparkan, semakin tinggi suhu tersebut maka molekul2 yang mencapai enegri aktifasinya akan semakin banyak, dan energi aktifasi tersebut tergantungan pada jenis reaksi.

Berdasarkan teori dari tumbukan, laju reaksi akan semakin cepat, jika tumbukan antar partikel-partikel, dan zat yang bereaksi lebih banyak.
Pada umumnya, laju reaksi akan menjadi lebih besar2 kali lipat apabila suhu atau temperatur dinaikkan 10℃.
Jika laju reaksi pada t1℃= v1 dan pada t2℃= v2 maka laju reaksi tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut: v2 =(2∆t/10 ).v1
Kenapa demikian?
Karena partikel-partikel tersebut selalu bergerak dan bergerak. Dengan cara menaikkan temperatur atau suhu, energi gerak molekul akan terus bertambah, sehingga tumbukan antar molekul dan partikel-partikel tersebut akan terus terjadi. Itulah penyebab reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi.
Disamping itu, suhu juga dapat memperbesar energi potensial dari suatu zat.
Zat memiliki energi potensial yang kecil, jika bertumbukan maka akan sukar menghasilkan reaksi, karena sukar melampaui energi pengaktifan.
Dengan naiknya temperatur, energi potensial zat akan menjadi lebih besar sehingga jika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.

Yang mempengaruhi laju reaksi ialah : konsentrasi reakasi, luas pada permukaan, suhu, serta katalis.
Untuk lebih detailnya tentanf faktor yang memperngaruhi leju reaksi kimia klik disini

Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa Pengertian laju reaksi Kimia:
Laju Reaksi kimia : Proses perubahan zat pereaksi kimia menjadi produk.
Semakin bertambahnya waktu reaksi kimia, Semakin pula jumlah zat peraksi kimia tersebut, dan produknya akan semakin banyak pula, Maka kesimpulanya ialah laju berkurangnya reaksi atau terbentuknya laju produk.

Ikatan kovalen Polar dan Non Polar

Ikatan senyawa kovalen Polar dan Non Polar

Perbedaan Senyawa Polar dan Senyawa Non Polar
Polar :
- Bentuk dari polar sendiri tdk simetris
- Terdiri atas unsur logam serta non logam
- Elektronegativitas diantar-antar unsurnya besar-besar
- Senyawa pada polar bisa dicampur dengan senyawa polar lainya, dan senyawa Non-polar akan berpisah dari Non-Polar lainya :
- Bentuknya berbentuk simetris
- Terdiri dari unsur2 Non-logam
- Elektronegativitas antar unsur-unsurnya kecil
- Senyawa pada polar bisa dicampur dengan senyawa polar lainya, dan senyawa Non-polar akan berpisah

Ikatan senyawa kovalen Polar dan Non Polar:

Adanya polarisasi karena adanya perbedaan keelektronegatifan antar 2 unsur atom yang berbeda yang  menyebabkan ikatan kovalen dapat dibagi menjaadi ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar.
Polar dapat dijumpai di molekul-molekul hidrogen klorida,dan ikatan kovalen non-polar dapat dijumpai di molekul-molekul pada hidrogen.

Akibat pasangan dari elektron-elektron lebih tertarik ke atom klorin karena elektronegatif-nya makas atom klorin lebih besar dari elektronegatif-nya, atom hidrogen  adalah terjadinya polarisasi pada hidrogen klorida menuju atom klorin, Ikatan jenis ini disebut ikatan kovalen polar.
Perbedaanya terlihat pada molekul hidrogen-nya. Di molekul hidrogen, pasangan elektron ada di tempat yang jaraknya sama dan berada diantara 2 inti atom hidrogen. Ini juga dikenal sebagai ikatan kovalen nonpolar.

gambar Ikatan senyawa kovalen Polar dan Non Polar
Orbital H2 dan HCl, ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen dimana elektron yang membentuknya lebih banyak dan menghabiskan waktunya untuk berputa di salah satu atom.
Dimolekul HCl elektron yang berikatan selalu lebih berdekatan pada atom klor daripada atom Hidrogen. Polaritas ikatan seperti ini bisa digambarkan dalam bentuk symbol δ+ , δ-. δ+ atau panah δ+ , δ-. δ+ adalah tanda atom lebih bersifat elektropositif di banding atom yang menjadi pasangannya. δ- berarti bahwa atom lebih bersifat elektronegatif daripada atom yang menjadi pasangan pada ikatannya

gambar Ikatan senyawa kovalen Polar dan Non Polar
Ikatan atom 1,2 dan 3
gambar Ikatan senyawa kovalen Polar dan Non Polar



Non-polar atau Kovalen murni memiliki ciri-ciri titi-titkk muatan negatif elektron persekutuannya yang berhimpitan, sehingga molekul pembentuknya tidak terjadi dipol, dengan katalain bahwa elektron persekutuannya mendapat gaya tarik yang sama.
gambar Ikatan senyawa kovalen Polar dan Non Polar



Struktur H2 dan CO2 adalah contoh ikatan kimia non polar karena daya tariknya seimbang baik antara H dengan H atau antar O dengan C kiri dan kanan seimbang. Sehingga momen dipolnya menjadi nolContoh lain adalah senyawa CH4, H2, O2, Br2 dan lain-lain
Molekul Polar dan Molekul Nonpolar
Molekul yang berikatan secara kovalen nonpolar seperti H2, Cl2 dan N2 sudah tentu bersifat nonpolar. Akan tetapi molekul dengan ikatan kovalen polar dapat bersifat polar dan nonpolar yang bergantung pada bentuk geometri molekulnya. Molekul dapat bersifat nonpolar apabila molekul tersebut simetris walaupun ikatan yang digunakan adalah ikatan kovalen polar.

gambar Ikatan senyawa kovalen Polar dan Non Polar
Susunan ruang (VSEPR) BF3, H2O, NH3 dan BeCl2Molekul H2O dan NH3 bersifat polar karena ikatan O-H dan N-H bersifat polar. Sifat polar ini disebabkan adanya perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetris atau elektron tidak tersebar merata. Dalam H2O, pusat muatan negatif terletak pada atom oksigen.sedangkan pusat muatan positif pada kedua atom hidrogen. Dalam molekul NH3, pusat muatan negatif pada atom nitogen dan pusat muatan positif pada ketiga atom hidrogen. Molekul BeCl2 dan BF3 bersifat polar karena molekul berbentuk simetris dan elektron tersebar merata walupun juga terdapat perbedaan keelektronegatifan.Kepolaran suatu molekul dapat diduga dengan menggambarkan ikatan menggunakan suatu vektor dengan arah anak panah dari atom yang bermuatan positif menuju ke arah atom yang bermuatan negatif. Molekul dikatakan bersifat nonpolar apabila resultan vektor sama dengan nol. Sedangkan molekul bersifat polar apabila hal yang sebaliknya terjadi, resultan tidak sama

Sekian dari saya tentang Ikatan senyawa kovalen Polar dan Non Polar.

Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan Kovalen Koordinasi

Akan dibahasa secara lengkap dan gamblang. Ada baiknya sebelum membaca artikel Kovalen Koordinasi anda melihat video di bawah ini :



Ikatan Koordinasi Kovalen (IKK) adalah ikatan-ikatan yang terbentuk-nya dengan cara penggunaan bersamaan dengan pasangan elektron yang berasal dari satu atom yang berikatan, sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.

Pasangan elektron ikatan (PEI) dapat dinyatakan dengan ikatan dativ serta digambarkan dengan tanda panah kecil, dan arahnya dari atom -atomdonor menuju akseptor ke pasangan elektron.


Syarat Pembentukan Ikantan Kovalen Koordinasi

a. Atom lainnya memiliki orbital kosong
b. dan Atom yang satu memiliki pasangan elektron bebas

Contohnya Ion hidronium (H3O+): H2O + H+ ®    H3O+L

dan
Contoh Terbentuknya senyawa pada BF3-NH3
Ikatan Kovalen Koordinasi Contoh Terbentuknya senyawa pada BF3-NH3

(IKK) susunanya mirip dgn ikatan ion, namun ke 2 ikatan ini sangat berbeda oleh karena keelektronegatifan yang cukup kecil pada  (IKK) dan sehingga menghasilkan ikatan yang cenderung mirip dengan ikatan kovalen.
Read plis PerbedaanSenyawa ion dan senyawa kovalen

Sekian dari file education tentang artikel Ikatan Kovalen Koordinasi

Cairan Tubuh Manusia

Cairan tubuh Manusia

  1. Faktor faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan
  2. Pengertian Cairan Tubuh Manusia
  3. Perpindahan cairan elektrolit
  4. Komposisi dan Fungsi Cairan Tubuh
  5. Prosentase jumlah cairan tubuh, Pengaturan keseimbangan cairan tubuh
  6. KOMPOSISI CAIRAN TUBUH MANUSIA

  • Pengertian Cairan Tubuh Manusia

Cairan tubuh serta Elektrolit sangatlah bermanfaat didalam mempertahankan fungsi bagian tubuh kita. Kebutuhan Cairanserta larutan elektrolit untuk manusia itu sangat berbedabeda pada tingkat umur atau usia seprang tersebut, Pada balita membutuhkan cairan berbeda dengan yang sudah menginjak usia dewasa ini. Balita yang mem-punyai tingkatan metabolisme air yang lebih tinggi dan mengingat permukaan di dalam tubuh balita yang relatif luas serta %tase cairan/air yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.
Kebutuhan akan cairan ini sangatlah dibutuhkan oleh tubuh dalam mengangkut semua zat-zat makanan yang dimakan ke dalam sel, sisa metabolisme, untuk pelarut elektrolit serta non elektrolit, untuk memelihara suhu tubuh kita, mempermudah eliminasi serta membantu mencernakan makanan.
Disamping itu kebutuhan cairan, elektrolit (kalium, natrium, klorida, kalsium, dan fosfat) sangatlah penting dalam menjaga keseimbangan asam serta basa, kontraksi muskuler, konduksi saraf, dan osmolalitas. pada kondisi ini tidak terpenuhinya kebutuhan cairan serta elektrolit yang dapat berpengaruhi oleh sistem organ tubuh kita, yang terutama ginjal.

Perpindahan cairan serta elektrolit ditubuh kita terjadi 3 fase :
  • Fase bagian 1
Cairan interstitial dengan komponennya yang terpindah dari darah kapiler dan sel .
  • Fase bagian 2

Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial masuk ke dalam sel.

  • Fase bagian 3
Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan nutrisi dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal. 
struktur cairan pada manusiastruktur cairan pada manusia

  • Komposisi dan Fungsi Cairan Tubuh

Kurang lebih 60% dai berat tubuh manusia yang dewasa, umumnya akan terdiridari cairan (elektrolit serta air). Rata2 seorang manusia dia akan membutuhkan sekitar sebelas liter cairan di dalam tubuh manusia untuk nutrisi sel serta untuk membangun caioran residu dijaringan tubuh.
Zat-zat yang terlarut didalam cairan tubuh manusia terdiri-dari cairan elektrolit serta cairan nonelektrolit.
cairan Non-Elektrolit adalah Zat-zat yang terlarut dan tidak terurai didalam larutan tubuh serta tidak tidak bermuatan listrik,
seperti :  urea, glukosa, karbon dioksida,  oksigen, protein, dan asam-asam organik. Sementara cairan elektrolit tubuh yang mencakup kalium (K+), Kalsium (Ca++), natrium (Na+), magnesium (Mg++),  bikarbonat (HCO3-), Klorida (Cl-),  sulfat (SO42-), fosfat (HPO42-).
Garam mineral ketika berada dalam tubuh dia berbentuk cairan sel-sel, baik seluruhnya ataupun sebagian yang berbentuk ion elektron, yaitu kation serta anion. Kation dibentuk oleh metal (Ca2+, Na+, Mg2+, K+, dl.).
sedangkan anion sendiri terbentuk oleh residu asam (Cl-, HCO-3, SO2-4, H2PO-4). Ion amonium (NH+4) termasuk ikatan dari kation, sedangkan asam organik dan protein adalah anion.
struktur cairan pada manusia

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan

1. Usia
Seiring bertambah-nya usia kita, seluruh organ tubuh yang mengatur keseimbangan akan cepat menurun fungsinya, efeknya kegunanaan untuk mengatur keseimbangan juga terpengaruh akan menurun. Contohnya: gagal ginjal, gagal jantung, dll.

2. Temperatur Lingkungan
temperatur Lingkungan yang panas maupun dingin bisa juga menyebabkan tubuh berkeringat/kedinginan sehingga menyebabkan cairan di tubuh kita banyak yang keluar.

3. Diet
Diet yang tinggi natrium akan berfungsi meretensi urine, demikian juga sebaliknya. 

4. ObatObatan
Seperti steroid, diuretik. 

5. Stress yang tinggi
Akan berpengaruh terhadap metabolisme sel tubuh, meningkatkan osmotik, meningkatkan gula darah, dan ADH akan meningkatkan sehingga kemampuan urine menurun. 

6. Sakit
Seperti bahan bakar, dalam keadaan sakit jelas mengeluarkan air yang banyak, seperti gagal ginjal.

Prosentase jumlah cairan tubuh:
Perhatikan Uraian berikut ini :

Pada orang dewasa kira-kira 40 % baerat badannya atau 2/3 dari TBW-nya berada di dalam sel (cairan intraseluler/ICF), sisanya atau 1/3 dari TBW atau 20 % dari berat badannya berada di luar sel (ekstraseluler) yaig terbagi dalam 15 % cairan interstitial, 5 % cairan intavaskuler dan 1-2 % transeluler.



  • Pengaturan keseimbangan cairan tubuh

Organ yang berperan dalam pengaturan keseimbangan cairan meliputi:
1. Ginjal
Fungsi-fungsi utama ginjal dalam mempertahankan keseimbangan cairan:
Ekskresi sampah metabolik dan substansi toksik.
Pengaturan volume dan osmolalitas CES melalui retensi dan eksresi selektif cairan tubuh.
- Pengaturan pH CES melalui retensi ion-ion hidrogen.
Pengaturan kadar elektrolit dalam CES dengan retensi selektif substansi yang dibutuhkan .
Oleh karena itu gagal ginjal jelas mempengaruhi keseimbangan cairan, karena ginjal tidak dapat berfungsi.

• Jantung dan pembuluh darah
Kerja pompa jantung mensirkulasi darah melalui ginjal di bawah tekanan yang sesuai untuk menghasilkan urine. Kegagalan pompa jantung ini mengganggu perfusi ginjal dan karena itu mengganggu pengaturan air dan elektrolit.

• Paru-paru
Melalui ekhalasi paru-paru mengeluarkan air sebanyak +300L setiap hari pada orang dewasa. Pada kondisi yang abnormal seperti hiperpnea atau batuk yang terus-menerus akan memperbanyak kehilangan air; ventilasi mekanik dengan air yang berlebihan menurunkan kehilangan air ini.

• Kelenjar pituitary
Hipotalamus menghasilkan suatu substansi yaitu ADH yang disebut juga hormon penyimpan air, karena fungsinya mempertahankan tekanan osmotik sel dengan mengendalikan retensi atau ekskresi air oleh ginjal dan dengan mengatur volume darah.

• Kelenjar adrenal
Aldosteron yang dihasilkan/disekresi oleh korteks adrenal (zona glomerolus). Peningkatan aldosteron ini mengakibatkan retensi natrium sehingga air juga ditahan, kehilangan kalor. Sedangkan apabila aldosteron kurang maka air akan banyak keluar karena natrium hilang. Kortisol juga menyebabkan retensi natrium.

• Kelenjar paratiroid
Mengatur keseimbangan kalsium dan fosfat melalui hormon paratiroid (PTH). Sehingga dengan PTH dapat mereabsorbsi tulang, absorbsi kalsium dari usus dan reabsorbsi kalsium dari ginjal.

III. Fungsi cairan tubuh
Air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. Hampir semua reaksi di dalam tubuh manusia memerlukan cairan. Agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik, dibutuhkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang.

Fungsi cairan tubuh antara lain :
1- Mengatur suhu tubuh
Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.

2- Melancarkan peredaran darah
Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung. 

3- Membuang racun dan sisa makanan
Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernafasan. 

4- Kulit
Air sangat penting untuk mengatur struktur sel pada manusia dan fungsi kulit. Kecukupan air dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh. 

5- Pencernaan
Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar.

6- Pernafasan
Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca.

7- Sendi dan otot
Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan.

8- Pemulihan penyakit
Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.

    Ikatan Senyawa Ion


    Ikatan Ion senyawa ion
    Ikatan natrium dan klor membentuk Natrium Klorida

    Ikatan ion (ikatan elektrokovalen) : jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.

    Misalnya pada garam meja (natrium klorida). Ketika natrium (Na) dan klor (Cl) bergabung, atom-atom natrium kehilangan elektron, membentuk kation (Na+), sedangkan atom-atom klor menerima elektron untuk membentuk anion (Cl-). Ion-ion ini kemudian saling tarik-menarik dalam rasio 1:1 untuk membentuk natrium klorida.

    Na + Cl → Na+ + Cl- → NaCl

    Susunan Senyawa Ion

    Gambar Struktur kubus NaCl
    Aturan oktet menjelaskan bahwa dalam pembentukan natrium  klorida,  natrium  akan  melepas satu elektron  sedangkan  klorin akan menangkap satu elektron. Sehingga terlihat bahwa satu atom klorin membutuhkan  satu  atom  natrium.  Dalam  struktur  senyawa  ion natrium  klorida,  ion  positif  natrium (Na+)  tidak  hanya  berikatan dengan satu ion negatif klorin (Cl-) tetapi satu ion Na+ dikelilingi oleh 6  ion  Cl- demikian  juga  sebaliknya.  Struktur  tiga  dimensi  natrium klorida dapat digunakan untuk menjelaskan susunan senyawa ion.


    SIFAT-SIFAT IONIK :

    a. bersifat polar
    b. larutannya dalam air menghantarkan arus listrik
    c. titik lelehnya tinggi
    d. lelehannya menghantarkan arus listrik
    e. larut dalam pelarut-pelarut polar



    Pencapaian kestabilan satu atom dapat terjadi dengan cara pembentukan ikatan ion. Ikatan ini terjadi karena adanya gaya listrik elektrostatik antara ion yang bermuatan positif (kation) dengan ion yang bermuatan negatif (anion).
    Peristiwa ikatan ion diawali dengan proses pelepasan elektron dari sebuah atom menjadi ion positif, sebagai contoh kita pergunakan aton Na, bersamaan dengan elektron yang dilepaskan ditangkap oleh atom Cl lainnya sehingga atom tersebut menjadi bermuatan negatif. Dengan kata lain proses pelepasan dan penangkapan elektron melibatkan dua atom atau lebih dan berlangsung secara simultan, perhatikan Gambar di samping 
    pelepasan dan penarikan elektron dari atom Na ke atom Cl, menghasilkan ion-ion bermuatan.
    .Gambar di samping kiri adalah Ikatan ion terjadi karena adanya gaya elektrostatika dari ion positif dengan ion negatif


    Perbedaan muatan listrik dari kedua ion itulah yang menimbulkan gaya tarik elektrostatik dan kedua ion
    berikatan (lihat Gambar samping kiri). Dalam kimia, kita tuliskan persamaan reaksinya  se[perti reasi pada gambar di bawah.


    Dalam penulisan e dapat dicoret atau dihapus, karena keberadaannya saling meniadakan disebelah kiri tanda panah dan disebelah kanan tanda panah.

    Senyawa yang memiliki derajat paling tinggi dalam ikatan ionik adalah yang terbentuk oleh reaksi antara unsur yang memiliki orbital terluar s1 dengan unsur yang memiliki orbital terluar p5. Kedua unsur tersebut memiliki perbedaan elektro-negativitas yang besar. Dalam tabel periodik, unsur-unsur yang umumnya membentuk ikatan ionik adalah unsur alkali dan alkali tanah (memiliki elektron valensi s1 dan s2) dengan unsur halogen (memiliki elektron valensi p4 dan p5). Beberapa pengecualian terjadi untuk Flor yang memiliki elektronegatifitas tertinggi, dan atom Cesium (Cs) yang memiliki elektronegatifitas terendah mengakibatkan ikatan yang terbentuk dari kedua atom ini tidak sepenuhnya ionik.


    Penamaan untuk senyawa yang dibangun melalui ikatan ion diberikan dengan “menyebutkan nama atom logam (kation) dan menyebutkan nama anion ditambahkan dengan akhiran ida”. Pada Tabel 5.1. di bawah ini diberikan lambang dan nama atom logam yang memiliki elektron valensi s1 dan s2 dan p4 dan p5.

    Senyawa yang terbentuk dari ikatan ionik umumnya berupa kristal padat seperti; Natrium Klorida (NaCl), Cesium Klorida (CsCl), Kalium Bromida (KBr), Natrium Yodida (NaI) dan lainnya.
    Disamping adalah Tabel Hubungan electron valensi dengan ikatan ion pada senyawa.

    Bentuk kristal padat sangat kuat, untuk senyawa NaCl, dibangun oleh ion Na+ dan Cl-, dimana setiap kation Na+ dikelilingi oleh 6 anion Cl- pada jarak yang sama, demikian pula sebaliknya setiap Cl- dikelilingi oleh 6 kation Na+ juga pada jarak yang sama.
    Sehingga kekuatan yang dibangun sama kuatnya baik untuk kation maupun anion.

    Gambar disamping adalah Bentuk kristal ionik, seperti NaCl, setiap Na+ (merah) dikelilingi 6 anion Cl- dan sebaliknya (hijau) dikelilingi 6 kation Na+
    Struktur kristal ionik sangat kuat sehingga umumnya hanya dapat larut dalam air atau dengan pelarut lainnya yang bersifat polar. Kristal ionik berbentuk padatan, lelehan maupun dalam bentuk larutan, bersifat konduktif atau menghantarkan listrik. dipergunakan dan sisanya sebagai penyusun tulang. Kation natrium menjaga kestabilan proses osmosis extraselular dan intraseluler, di daerah extraseluler kation natrium dibutuhkan sekitar 135-145 mmol, sedangkan di intraselular sekitar 4-10 mmol.
    Senyawa ionik dibutuhkan dalam tubuh, misalnya kation Na+ dalam bentuk senyawa Natrium Klorida dan Natrium Karbonat (Na2CO3), didalam tubuh terdapat sekitar 3000 mmol atau setara dengan 69 gram, 70% berada dalam keadaan bebas.

    Contoh ikatan ion :
            Na            =>            Na + e-1s2 2s2 2p6 3s1          1s2 2s2 2p6 (konfigurasi Ne)
    Atom Cl (VIIA) mudah menerima elektron sehingga elektron yang dilepaskan oleh atom Na akan ditangkap oleh atom Cl.
          Cl + e-                     =>                         Cl-1s2 2s2 2p6 3s2 3p5                1s2 2s2 2p6 3s2 3p(konfigurasi Ar)
    Antara ion-ion Na+ dan Cl- terjadi gaya tarik menarik elektrostatik, sehingga membentuk senyawa ion Na+Cl-.
    Contoh lain : CaCl2 , MgBr2, BaO , FeS dan sebagainya.
    KM3CE5373J6P

    Perbedaan senyawa Ion dan senyawa Kovalen

    Pada Kesempatan kali ini file education akan membahas artikel Perbeadaan Sifat senyawa ion dan senyawa kovalen 

    Diantara senyawa ionik dan senyawa kovalen tidak terdapat garis pemisah yang jelas. Hal ini disebabkan senyawa ionik dapat mengandung sifat kovalen dan begitupun sebaliknya senyawa-senyawa kovalen dapat mengandung sifat ionik, Ikatan kovalen homopolar
              Suatu senyawa di anggap senyawa kovalen, bila sifat kovalennya lebih dominan, begitu sebaliknya suatu senyawa dianggap senyawa ionik bila sifat ioniknya lebih dominan.
    Sifat Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenis energi energi dan ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.
    Misalnya pada garam meja (natrium klorida). Ketika natrium (Na) dan klor (Cl) bergabung, atom-atom natrium kehilangan elektron, membentuk kation (Na+), sedangkan atom-atom klor menerima elektron untuk membentuk anion (Cl-). Ion-ion ini kemudian saling tarik-menarik dalam rasio 1:1 untuk membentuk natrium klorida.
    Na + Cl → Na+ + Cl- → NaCl

    • Sifat Senyawa Ion Beberapa sifat senyawa ion yang penting adalah sebagai berikut: larutan atau leburannya dapat menghantarkan arus listrik, mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi, sangat keras dan getas, pada umumnya larut dalam pelarut polar dan tidak larut dalam pelarut non polar (Baroroh, 2004). 
    • Sifat Senyawa Kovalen  antara lain kebanyakan menunjukkan titik leleh rendah, pada suhu kamar berbentuk cairan atau gas, larut dalam pelarut non polar dan sedikit larut dalam air, sedikit menghantarkan listrik, mudah terbakar dan banyak yang berbau (Syukri, 1999).
    • Titik Didih, Titik Leleh dan Wujud

                Senyawa ion pada suhu kamar sebagian besar berbentuk padat, keras tetapi mudah patah dengan titik didih dan titik leleh relatif tinggi sekitar 800 ºC. Sedangkan senyawa kovalen pada suhu kamar dapat berupa padat, cair dan gas dengan titik didih dan titik leleh rendah sekitar 200 ºC. Namun khusus untuk intan walaupun mememiliki ikatan kavalen namun ikatan yang dimiliki sangat kuat sehingga titik didihnya sangat tinggi bahkan lebih tinggi senyawa ionik.
                Pada senyawa kovalen dan ionik keduanya memiliki ikatan yang kuat tetapi pada senyawa kovalen gaya tarik antar molekulnya lemah. Sedangkan pada senyawa ionik gaya tarik antar molekulnya sangat kuat. Oleh sebab itu pada senyawa ionik diperlukan energi yang lebih tinggi untuk mengalahkan gaya tersebut. Akibatnya senyawa ionik memiliki titik leleh dan titik didih yang lebih tinggi dibanding senyawa senyawa kovalen.
    • Kelarutan

    Senyawa ionik dan senyawa kovalen polar cenderung larut dalam pelarut polar sedangkan senyawa kovalen nonpolar cenderung larut dalam pelarut nonpolar. Misalnya senyawa ion cenderung larut dalam air dibanding dalam pelarut-pelarut organik seperti kloroform, dietil eter dan benzena.
    • Daya Hantar Listrik

    Senyawa-senyawa ionik dalam bentuk padat merupakan konduktor listrik dan panas yang buruk tetapi lelehan dan larutannya dalam pelarut polar merupakan konduktor listrik dan panas yang baik. Sedangkan pada senyawa kovalen baik dalam bentuk padat maupun lelehannya merupakan konduktor listrik dan panas yang jelek.
    Hal ini disebabkan senyawa ionik pada keadaan padat gaya ikat yang terbentuk antara ion positif dan ion negatif (kisi kristal) sangat kuat sehingga tidak memungkinkan terjadinya mobilisasi ion-ion. Tetapi senyawa ionik dapat menghantarkan arus listrik bila dileburkan atau dilalarutkan dalam pelarut polar, hal ini disebabkan ion-ion yang terikat pada kisi kristal telah terlepas sehingga ion-ion ini dapat bebas bergerak ke segala arah. Sedangkan untuk senyawa kovalen baik dalam bentuk padat maupun lelehan tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena tidak terdapat ion yang bergerak bebas.
    Senyawa kovalen walaupun berupa konduktor listrik dan panas yang buruk, tetapi senyawa kovalen polar mampu menjadi konduktor listrik baik apabila dilarutkan dalam pelarut-pelarut tertentu. Misalnya bila HCl yang dilarutkan dalam pelarut air dan benzena. HCl yang larut dalam air merupakan konduktor listrik yang baik, tetapi berupa konduktor listrik yang jelek dalam pelarut benzena. Hal ini terjadi karena HCl di dalam air mampu membentuk ion-ion sedangkan pada benzena HCl tidak mampu membentuk ion-ion. Ion yang terbentuk dalam air merupakan reaksi yang terjadi antara molekul hidrogen klorida dengan molekul air. Berikut rekasi yang terjadi:
                                          HCl + H2O → H3O+ + Cl‾
    Perlu dikatahui bahwa senyawa-senyawa yang dalam air dapat menghantarkan arus listrik baik senyawa ionik maupun senyawa kovalen polar, air hanya sebagai medium agar ion-ion bebas bergerak.Air sendiri merupakan senyawa kovalen polar dan merupakan konduktor listrik yang jelek. Daya hantar listrik air hanya dapat dideteksi dengan peralatan yang benar-benar peka.

    Description: Alhamdulilah file education telah menyelesaikan artikel Perbedaan senyawa ionik dan senyawa kovalen semoga dapat membantu dan berkenan.
    Rating: 5